Bertani Dan Beternak Di Zaman Millennial


 

Di jaman serba DIGITAL Seperti ini Profesi yang kurang diminati oleh kaum muda adalah Bertani dan Beternak,dewasa ini tidak dapat di pungkiri bahwa sangat susah dan sulit menemukan anak muda di kebun ,ladang di sawah juga di kandang,,kebanyakan dari mereka lebih minat kerja di kantoran,hotel restoran juga di cafe dan mini market,,
Tani dan Ternak hampir tidak ada lagi Re generasi,,kalau kondisi seperti ini di biarkan berlanjut,,mungkin dunia pertanian kita hanya tinggal kenangan sedangkan kebutuhan akan Daging dan Sayur
kita berharap hanya pada IMPORT ,lalu dampak pada ekonomi kita akan terasa ketika SUBSIDI meningkat DEVISA terkuras .lama lama harga barang tersebut tidak bisa lagi kita KONTROL
Muncul sebuah Pertanyaan,jika semua barang komoditas kita bergantung dengan import apa sih dampak yg paling besar yg aka di alami oleh Negara,maka jawaban nya tiada lain dan bukan adalah Inflasi yang tinggi Hilangnya SUBSIDI daya beli Rakyat jadi Rendah dan Lemah,lalu Hutang Negara semakin Tinggi melebihi pendapatan Negara itu sendiri ,seterusnya Negara di ambang Kebangkrutan satu lagi hampir lupa Rakyat akan terbiasa menjadi Konsumtif 

Lalu bagaimana Solusinya, Solusinya adalah kita MULAI menyadarinya untuk memulai menata mindset kita dan sedikit untuk kembali ke masa lalu tentunya bukan untuk merenung tapi untuk mengambil pengalaman yg pernah kita buat untuk kita mulai mempelajari nya kembali,,MULAI menjadi petani dan peternak tanpa harus meninggalkan dunia DIGITAL,tanpa harus malu di katakan KUNO kita ambil semuanya istilah lamanya MENYELAM SAMBIL MINUM AIR

Caranya Bagaimana ,SIMPLE back to basic kita ambil SAMPLE dari orang orang Lama yaitu generasi di atas kita bisa itu Ayah atau Kakek kita,kita terapkan cara caranya kita copy paste lalu kita modifikasi sedikit sesuaikan dengan jaman kita,
Ladang Ternak cara yang efisien beternak di jaman millennial
Dalam eksekusi nya kita tidak perlu merubah system ternak lama secara ekstrim kita masih menggunakan cara lama tapi system pemasaran kita mengikuti zaman manajemen marketing kita atur seperti mana yang berlaku saat ini,
Kandang tempat Ternak berteduh dari panas da hujan di anjurkan untuk selalu terbuka pintunya
Giring ternak untuk makan di setiap paginya dan giring ternak masuk kandang di setiap sorenya jika setiap sisi ladang tidak dipagari


sediakan lahan untuk ladang rumput,sediakan kandang untuk berteduh hewan ternak,dan yang tidak kalah penting adalah sediakan bibit ternak yang berbobot bibit jangan asal asalan
setiap pagi buka kandang biarkan hewan ternak kita berkeliaran di ladang rumput, tentunya sudah di pagar di tiap sisi sisi nya,kalau bisa di anjurkan untuk membuat parit selebar 1 meter untuk saluran air yang nantinya bisa di gunakan untuk menyiram rumput di musim kemarau atau bisa kita manfaatkan untuk ternak ikan nila atau tilapia,,untuk tambahan penghasilan kita,
setiap sore giring ternak kita ke kandang,lalu pastikan tidak ada yang tertinggal,
sebenarnya beternak itu mudah dan menyenangkan,tapi selalu saja yg menjadi persoalan dan masalah para peternak adalah,ketika hewan dah cukup besar untuk di panen peternak sulit menemukan bandar yg bisa menampung ternak secara banyak,tentunya dengan harga yang tidak merugikan siapapun,,
setelah kita tau kendala yang di hadapi oleh peternak maka muncul lah ide di kepala. jika masalah marketing adalah kendala bagi peternak yg ada di kebanyakan tempat di indonesia,

maka dari itu kita selaku kaum millennial yg tau seluk beluk marketing di jaman ini tidak boleh diam begitu saja kita harus bangkit harus bangun dari mimpi di siang bolong,mimpi makan spageti sedangkan di depan mata hanya ada rebus keladi,kita harus bangkit dan mulai menyusun langkah untuk melakukan KOLABORASI jangan biarkan para peternak bingung sendirian atau menghilang jadi sebuah kenangan yg di karenakan propesinya tidak menghasilkan apa apa,,

Komentar